NAVIGATING RELATIONSHIP AT WORKPLACE
NAVIGATING RELATIONSHIP AT WORKPLACE
Ide tentang relationship datang dari Tuhan, tapi untuk memanage adala tugas kita. Relationship adalah bentuk kecil dari implementasi Amanat Agung (Matius 28:19-20)
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."
Ada 4 kata kerja dalam Amanat Agung: Pergilah, Jadikanlah semua bangsa muridku, Baptislah, Ajarlah. Dalam Amanat Agung kita banyak fokus pada perintah di ayat 19 dan itu terkesan berat. Tapi sebenarnya di ayat 20 Tuhan juga meminta kita untuk AJARLAH mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.
Mengajar bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas pada usia, pengalaman, posisi, jabatan, gaji, kekayaan, dll. Tapi untuk kita bisa mengajar kita harus punya hubungan/ bergaul dengan orang lain.
Tempat kerja sebenarnya adalah tempat yang paling banyak kita habiskan setelah keluarga / sahabat, atau bahkan lebih banyak di tempat kerja daripada keduanya. Seharusnya tempat kerja menjadi “ladang yang subur” untuk kita kerjakan.
Tapi permasalahannya, seringkali kita sudah menutup diri dengan set boundaries dari awal atas nama profesionalitas. Enggak salah sebenarnya, tapi bagaimana kita bisa mengerjakan ladang itu jika kita tidak mau masuk lebih dalam? Kebenaran mengajarkan untuk memiliki space and boundaries bukan menutup diri.
Jadi, bagaimana kita navigating relationship di workplace?
- Declare your values. Relationship depend on the resonance of values. The more values resonated, the closer is our relationship. Saat kita declare out value, akan ada seleksi alam yang terjadi. Orang-orang yang memiliki values yang sama akan tertarik, sedangkan orang yang memiliki values yag berbeda akan terlepas. Orang-orang dengan values yang beresonansi dengan kita inilah yang bis akita kerjakan dan ketika values beresonansi disinilah proses pertumbuhan terjadi.
- Open Your Heart. Izinkanlah orang bebal bergaul dengan kita, karena dengan begitu mereka akan menjadi bijak.
“Berteman dengan orang bijak, menjadi bijak. Berteman dengan orang bodoh, menjadi bodoh.” Amsal 13: 20 (TSI)
Tapi, kita harus memiliki pondasi yang kokoh. Karena kalau kita tidak memiliki pondasi yang kokoh, kita juga bisa menjadi bebal. Bagaimana cara memiliki pondasi yang kokoh? Memahami siapa identitas diri kita dihadapan Allah, kenal apa core values dan values-values kita. Sadari bahwa satu-satunya kekuatan yang memampukan kita berelasi adalah dengan kita menyadari bahwa Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita, oleh karena itu kita bisa mengasihi Allah, diri kita dan orang lain. Tahu apa core values dan values Bapa.
“Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” 1 Yohanes 4:19
- Come to Give and Come to Understand. Kejadian yang sering terjadi di tempat kerja adalah prinsip dunia, “loe mau gw ngelakuin A, apa yang loe bisa kasih ke gw?” Take & Give. Take dulu baru Give. Prinsip Kerajaan sorga, Give, Give and Give. Untuk mampu melakukan ini kita harus mampu berkata “Cukuplah kasih karunia Tuhan bagiku.”
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna.” – 2 Korintus 12:9a
Our ability to say God’s love is enough for me will expand the bandwidth and spectrum of our relationship significantly. Ketika kasih karunia Tuhan cukup bagi kita, kita akan keluar rumah untuk memberi bukan mencari.
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mancaci kamu.” Lukas 6:27-28
“Dan jikalau kamu mengasih orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.” – Lukas 6:32-33
Kindness of evangelism, membalas kejahatan dengan kebaikan.
Kasih Karunia Tuhan akan memampukan kita unutk bisa mengerti orang lain. Ketika kita memilih untuk mengerti instead of minta selalu dimengerti kita menjadi kokoh. Ketika kita paham bahwa kasih karunia Tuhan cukup bagiku, kita tidak lagi haus dan mencari validasi orang lain untuk mengerti kita, karena kita sadar bahwa Tuhan selalu mengerti kita.
Relationship establish and flourish when we pursue to understand; Relationship will drain our energy when we keep chasing to be understood.
Berat, iya! Tapi easy will create the lowest version of you, but the hardest thing will create the best version of you. Do the hardest thing!
Love everyone,
Be kind to anyone
In relationship with the right one.
Comments
Post a Comment